Nobar Piala Dunia di Rumah Serka Marthin, Babinsa Koramil 1302-14/Amurang
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINSEL, POJOKSULUT.COM – Jam lima subuh. Ketika sebagian besar orang masih memeluk guling, sebuah teras rumah di Kelurahan Pondang, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), sudah riuh.
Bukan karena ada penggerebekan. Bukan pula karena ada latihan darurat.
Orang-orang berkumpul di situ untuk satu urusan: sepak bola.
Pagi itu, Minggu, 28 Juni 2026, ada laga besar Piala Dunia.
Inggris melawan Panama. Karena perbedaan waktu, di wilayah Minahasa Selatan pertandingannya jatuh pas subuh hari.
Tuan rumah nonton bareng (nobar) ini istimewa. Beliau adalah Serka Marthin Sarean, seorang Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1302-14/Amurang.
Teras rumah Marthin mendadak jadi tribun mini. Penontonnya pas, 30 orang. Kombinasinya menarik, ada 10 personel TNI aktif dan 20 warga sipil sekitar. Mereka duduk berdampingan, mengusir sisa kantuk dengan segelas kopi panas.
Inggris memang tampil perkasa pagi itu. Sejak menit awal, pola permainan mereka sangat solid dan efektif. Hasil akhirnya pun bersih, 2-0 untuk kemenangan Inggris hingga peluit panjang ditiup.
Namun, bagi Koramil Amurang, skor pertandingan itu nomor dua.
Yang nomor satu adalah bagaimana sorak-sorai saat gol tercipta bisa meruntuhkan sekat antara baret hijau dan kaos oblong warga.
Itulah esensi dari komunikasi sosial. Sebuah istilah militer yang terdengar berat, tetapi dipraktikkan dengan cara yang sangat cair.
Nobar seperti ini sebenarnya adalah edukasi teritorial yang cerdas.
Warga diajak untuk tidak canggung lagi dengan aparat kewilayahan. Hubungan emosional sengaja dibangun dari bawah.
Dampaknya besar, jika nanti ada potensi gangguan keamanan di desa, warga tidak akan sungkan untuk melapor.
Pukul tujuh pagi pertandingan usai. Situasi terpantau aman, tertib, dan penuh keakraban.
Mata para penonton mungkin masih agak mengantuk. Tetapi, sinergi dan hubungan batin antara TNI dan warga Amurang justru baru saja terbangun, jauh lebih segar. (*)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar