Jembatan Perintis Garuda Capai 70 Persen, Kesejahteraan Warga Desa Lompad Lama di Depan Mata
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINSEL, POJOKSULUT.COM – Sertu Novi berdiri di Desa Lompad Lama, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Rabu, 3 Juni 2026 pukul 09.43 WITA.
Matanya menatap proyek yang sedang berjalan. Jembatan Perintis Garuda.
Progres fisiknya kini sudah mencapai sekitar 70 persen. Perkembangan yang positif.
Sebagai Babinsa Kodim 1302/Minahasa, Sertu Novi melakukan pengawalan langsung.
Ini bentuk komitmen Kodim 1302 Minahasa, mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah binaan.
Jembatan ini dibangun di atas Sungai Ranoyapo. Panjangnya 50 meter. Lebarnya 1,2 meter. Statusnya: Jembatan Perintis Garuda.
Keberadaannya sangat dinantikan. Untuk memperlancar mobilitas masyarakat. Juga mendukung aktivitas perekonomian warga setempat.
Hari ini, pekerjaan difokuskan pada satu titik. Pengecoran blok angkur di sisi tepi jauh jembatan.
Bagi orang awam, ini mungkin hanya beton biasa. Namun, ini bagian penting. Berfungsi memperkuat konstruksi dan menjamin kestabilan bangunan.
Tantangan terbesar adalah cuaca yang tidak menentu. Curah hujan yang cukup tinggi sering terjadi. Cuaca berubah-ubah menjadi tantangan tersendiri bagi para pekerja di lapangan.
”Kami terus melakukan pendampingan dan pengawasan. Ini guna memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana. Kita harus tetap memperhatikan faktor keamanan dan kualitas pekerjaan,” ujar Sertu Novi.
Dengan progres 70 persen, pembangunan diharapkan segera rampung. Jembatan ini bisa segera digunakan masyarakat. Untuk mendukung konektivitas.
Dan tentu saja, meningkatkan kesejahteraan warga di Kecamatan Ranoyapo dan sekitarnya. (*)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar