O2SN Minahasa 2026: Saat Karakter dan 7 Emas SMPN 4 Tondano ‘Berbicara’
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
- visibility 62
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, POJOKSULUT.COM – Komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa dalam memajukan mutu pendidikan dan olahraga membuahkan hasil nyata.
Melalui sinergi yang dibangun, SMP Negeri 4 Tondano sukses mengukuhkan diri sebagai juara umum dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kabupaten Minahasa.
Dominasi mutlak ini dibuktikan lewat raihan 7 medali emas dan 2 medali perak.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan para atlet muda ini sebagai utusan Kabupaten Minahasa menuju O2SN tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Namun, di balik gemerlap juara, ada cerita tentang kedisiplinan, kerja keras, dan pembentukan karakter yang tertanam kuat di lingkungan sekolah.
Dominasi SMPN 4 Tondano tersebar merata di berbagai cabang olahraga (cabor) yang diperlombakan:
Atletik: Yesaya Jonathan Rotinsulu mengamankan medali emas di kategori putra, disusul Clouie Bricels Eleonora Emod yang meraih medali perak putri.
Renang: Trixie Glorify Kapangi tampil dominan dengan raihan emas putri, sementara Anugrah Muhammad Alvaro menyumbang perak putra.
Bulutangkis: Performa apik Gwenneth Queensly Deeng sukses membuahkan medali emas putri.
Pencak Silat: Kontingen sekolah ini mengawinkan gelar juara lewat medali emas dari Satya Jonathan Efraim Gawendaleng (putra) dan Sofya Damayanti Kangiden (putri).
Panjat Tebing: Geraldy Filiberd Sundah (putra) dan Denali Audrey Brave Noya (putri) menyapu bersih dua medali emas setelah menaklukkan dinding vertikal dengan catatan waktu terbaik.
Kepala SMPN 4 Tondano, Melky Palilingan, M.Pd., mengungkapkan bahwa sekolah fokus pada pembangunan mentalitas anak didik, bukan semata mengejar trofi fisik.
Melky menanamkan filosofi sederhana namun penting sebagai motor penggerak sekolah:
“Senang melihat orang lain senang.”
”Pendidikan yang berhasil mampu menumbuhkan rasa empati. Melalui motto ini, kami ingin anak-anak saling mendukung, bukan menjatuhkan. Kompetisi di lapangan adalah ruang mengukur kemampuan, namun persaudaraan dan kelapangan hati adalah piala yang sesungguhnya,” ujar Melky.
Tantangan berikutnya telah menanti di tingkat Provinsi Sulawesi Utara. Meski persaingan dipastikan lebih ketat, kontingen SMPN 4 Tondano optimistis mampu memberikan performa terbaik untuk mengharumkan nama Kabupaten Minahasa. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar