Merajut Kebersamaan di Balik Dinding Santa Rosa Delima Tondano
- account_circle Redaksi
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- visibility 10
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, POJOKSULUT.COM — Entakan kaki penari Kabasaran dan pengalungan kain batik menyambut fajar baru bagi sekitar 500 umat Katolik Paroki Santa Rosa Delima Tondano di Kelurahan Watulambot, Tondano Barat, Minahasa, Minggu (5/7/2026).
Hari ini, sebuah penantian panjang resmi dituntaskan melalui pentahbisan dan peresmian gedung gereja baru.
Pembangunan tempat ibadah ini bukan perkara mudah. Dimulai sejak masa pandemi Covid-19 yang penuh pembatasan, bangunan ini akhirnya tegak berdiri berkat gotong royong, swadaya umat, serta sokongan para donatur.
”Semangat pembangunan terus tumbuh meski dimulai sejak masa penuh tantangan. Keberhasilan ini adalah wujud persekutuan erat,” ujar Uskup Keuskupan Manado, Mgr. Benedictus Estephanus Rolly Untu, M.S.C., saat memimpin Misa Ekaristi.
Uskup juga mengapresiasi peran biarawati, tokoh masyarakat, serta aparat TNI dan Polri yang bersatu menyatukan tenaga demi terwujudnya rumah ibadah tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat sejak pukul 09.00 WITA ini dihadiri sejumlah pejabat daerah. Tampak di antaranya Wakil Gubernur Sulawesi Utara J. Victor Mailangkay, Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf Bona Ventura Ageng F.S., dan Ketua DPRD Kabupaten Minahasa Frangky Wolayan.
Kehadiran para tokoh lintas sektor ini mempertegas fungsi gereja sebagai simpul perekat sosial.
Wagub Victor Mailangkay, saat membacakan sambutan Gubernur, mengingatkan bahwa kemegahan fisik harus diikuti dengan penguatan “gereja yang hidup”.
Rumah ibadah baru ini diharapkan menjadi pusat solidaritas dan dialog antarumat beragama, selaras dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara pun menegaskan komitmennya untuk mendukung kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan rukun.
Nuansa kemitraan kian kental menjelang akhir acara. Tidak sekadar menghadiri seremonial, Kodim 1302/Minahasa di bawah pimpinan Letkol Bona Ventura langsung bergerak menggelar bakti sosial dengan membagikan bingkisan sembako kepada umat di wilayah paroki.
Perayaan yang diwarnai riuh penampilan anak-anak Sekami serta paduan suara SMP Katolik Papkiristi Manado ini ditutup dengan sesi foto bersama.
Bagi warga Tondano, pintu gereja yang kini terbuka lebar bukan sekadar tempat ritus formal, melainkan simbol harapan dan kasih yang dirajut bersama seluruh elemen masyarakat. (*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar