Calon Hukum Tua Watulaney Veky Rantung Tawarkan Program Kemandirian Desa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, POJOKSULUT.COM — Suasana khidmat dan penuh antusiasme mewarnai jalannya pemaparan visi dan misi Pemilihan Calon Hukum Tua Desa Watulaney, Kecamatan Lembean Timur, Kabupaten Minahasa.
Acara penting bagi masa depan desa ini dibuka dengan doa, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya serta lagu Desaku yang ku cinta.
Dalam kesempatan itu, Calon Hukum Tua Desa Watulaney nomor urut 1, Veky Albert Rantung, memaparkan visi dan misi pembangunan desa berbasis kemandirian ekonomi.
Penyampaian program kerja tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM), tata kelola pemerintahan, hingga penegakan supremasi hukum bagi masyarakat setempat.
”Saya berkomitmen mewujudkan Desa Watulaney yang hebat, mandiri, dan berdaya saing,” kata Rantung saat memaparkan visinya.
Oleh karena itu, salah satu misi konkret yang ditawarkan adalah mengoptimalkan perekonomian warga melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Lembaga ekonomi ini nantinya berfungsi memaksimalkan seluruh potensi lokal yang ada di desa.
Selain sektor ekonomi, fokus utama lainnya terletak pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
”Mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang tangguh, cerdas, dan mampu menyejahterakan masyarakat Desa Watulaney,” ujarnya.
Selanjutnya, tata kelola pemerintahan desa juga dibenahi agar menjadi lebih bersih, bertanggung jawab, serta profesional.
Melalui program tersebut, Rantung ingin menciptakan suasana desa yang sejuk dan aman dengan dukungan supremasi hukum.
Guna menggalang dukungan warga dalam kontestasi pemilihan kepala desa ini, tim pemenangan juga menyosialisasikan yel-yel pemenangan nomor urut satu dengan seruan, “Watulaney bersatu, Veky Rantung lanjutkan, nomor satu pasti menang.”
Sementara itu, jalannya kegiatan sempat mengalami penyesuaian karena calon nomor urut 2 berhalangan hadir karena sakit.
Oleh karena ketidakhadiran tersebut, naskah visi dan misi dari calon nomor urut 2 akhirnya dibacakan langsung oleh pihak panitia.
Merespons situasi ini, Panelis Nofry Lontaan menyampaikan bahwa karena calon nomor urut 2 berhalangan, panitia telah sepakat untuk tidak mengajukan pertanyaan.
Sesi kali ini murni hanya untuk mendengarkan pemaparan visi dan misi yang ada.
”Lewat pemaparan ini, biarlah menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat untuk menentukan pilihan,” ujar Nofry.
Meski salah satu kandidat berhalangan hadir secara fisik, Nofry Lontaan tetap memberikan apresiasi terhadap jalannya acara.
Ia juga mengimbau agar masyarakat dapat menjaga situasi yang aman dan damai. (*)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar