Sapu dan Cangkul ASN Minahasa di Tengah ‘Penyakit Lama’ Tondano
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
- visibility 36
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, POJOKSULUT.COM – Jumat, (29/5/2026) pagi, Stadion Maesa Tondano mendadak ramai.
Bukan karena ada pertandingan sepak bola. Bukan juga karena ada konser musik.
Mereka adalah para aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Minahasa.
Pagi itu, mereka harus memegang sapu. Menenteng cangkul. Membawa karung. Ada kerja bakti massal.
Cuaca belakangan ini memang lagi genit. Ekstrem. Sebentar panas menyengat, sebentar kemudian hujan lebat.
Kalau pemerintah daerah lambat bergerak, banjir pasti datang duluan.

Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, memimpin langsung apel pagi itu. Wajahnya serius.
”Kebersihan fasilitas publik ini penting. Kita harus antisipasi potensi banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang,” ujar Bupati Robby.
Teori mitigasi bencananya sederhana saja. Tidak muluk-muluk. Mulai dari hal kecil, pastikan air di selokan bisa mengalir lancar. Tanpa sumbatan.
Sebab, musuh utama jalanan Tondano selama ini sudah ketahuan. Penyakit lama yang terus berulang, tumpukan sampah rumah tangga yang menyumbat drainase.
Begitu apel selesai, para ASN langsung menyebar. Ke segala penjuru titik kerja bakti.
Tapi, ada satu hal yang mengusik perhatian Bupati pagi itu. Saat memberikan arahan, raut wajahnya mendadak berubah. Serius sekali.
Ada temuan yang bikin dahi mengkerut. Lokasinya di tempat bersejarah, kawasan Benteng Moraya.
Ini bukan soal sampah plastik yang tercecer satu-dua lembar. Ini keterlaluan.

Di sana ditemukan tumpukan sampah plastik dalam jumlah besar. Sengaja dimasukkan ke dalam karung-karung ukuran jumbo.
Melihat banyaknya, ini jelas bukan buatan pejalan kaki yang iseng. Mustahil.
Dugaan kuat, sampah-sampah itu sengaja diangkut pakai truk. Lalu dibuang di sana saat malam. Atau menjelang subuh. Ketika kota sedang terlelap. Tentu, Bupati jengkel.
”Saya sudah instruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP untuk bergerak. Tingkatkan pengawasan di lapangan,” tegasnya.
Kuping para pelaku pembuang sampah misterius itu pasti bakal merah.
Kerja bakti para ASN hari ini barulah sebuah stimulus. Sekadar contoh.
Bupati Robby sadar betul. APBD sebanyak apa pun tidak akan cukup untuk membersihkan daerah kalau mental warganya belum berubah.
Gerakan ASN ini harus menular ke masyarakat. Menjadi kedisiplinan massal.
Sebab, sekuat apa pun mitigasi yang disiapkan pemerintah, kuncinya tetap satu, jangan buang sampah sembarangan lagi.
Simpel. Tapi praktiknya setengah mati. (nes)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar