Kebakaran Hanguskan 10 Ruangan SDN 5 Langowan, Polsek Langowan Bergerak Cepat Amankan Lokasi
- account_circle Res Minahasa
- calendar_month Senin, 3 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINAHASA, POJOKSULUT.COM – Kebakaran hebat melanda SD Negeri 5 Langowan yang berada di Desa Amongena Satu Jaga IV, Kecamatan Langowan Timur, Kabupaten Minahasa, Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 15.30 WITA. Peristiwa tersebut menghanguskan sedikitnya 10 ruangan sekolah dan menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., mengatakan personel Polsek Langowan bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan masyarakat terkait kebakaran tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, saat kejadian puluhan siswa tengah mengikuti latihan drumband sebagai persiapan menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kepulan asap pertama kali terlihat keluar dari bagian plafon ruang gudang oleh sejumlah orang tua yang sedang mendampingi anak-anak mereka berlatih.
Menyadari adanya kebakaran, para guru dan orang tua berusaha memeriksa sumber asap. Namun api telah membesar di bagian plafon gudang dan dengan cepat menjalar ke ruang perpustakaan hingga beberapa ruang kelas.
Situasi tersebut membuat para orang tua bersama guru segera mengevakuasi sekitar 50 siswa beserta peralatan drumband ke tempat yang lebih aman sembari meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api.
Akibat insiden itu, sedikitnya 10 ruangan terdampak, yakni satu ruang gudang, satu ruang perpustakaan, enam ruang kelas, serta dua rumah dinas guru yang ditempati Ibu Tirsa Kanter dan Ibu Reflin Kilapong.

Pemerintah Desa Amongena Satu kemudian berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Minahasa. Tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi dan bersama personel Polri serta masyarakat berjibaku memadamkan kobaran api hingga berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan lainnya.
Dari hasil pendataan sementara, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta yang meliputi kerusakan bangunan sekolah, fasilitas pendidikan, serta sejumlah perabot rumah tangga di rumah dinas guru. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Usai api berhasil dipadamkan, personel Polsek Langowan langsung melakukan pengamanan lokasi, memasang garis polisi, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mendokumentasikan seluruh proses penanganan sebagai bagian dari penyelidikan.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik pada bangunan sekolah yang kemudian diperparah oleh tiupan angin kencang sehingga api dengan cepat menyebar ke sejumlah ruangan.
Kapolres Minahasa AKBP Steven J.R. Simbar, S.I.K., mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau.
“Pastikan instalasi listrik di rumah maupun bangunan lainnya dalam kondisi aman serta matikan peralatan elektronik yang tidak digunakan. Langkah sederhana ini sangat penting untuk mencegah terjadinya kebakaran,” imbau Kapolres.
- Penulis: Res Minahasa


Saat ini belum ada komentar