Gotong Royong Seribu Alumni Bakal Sulap Pohon Seabad SMPN 1 Tondano Jadi Pohon Natal Raksasa
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pohon mahoni berusia 109 tahun yang berdiri kokoh di depan gerbang SMP Negeri 1 Tondano ini telah terdaftar sebagai cagar budaya di Tanah Minahasa. Pohon bersejarah tersebut rencananya akan disulap menjadi pohon Natal raksasa melalui gerakan gotong royong seribu alumni lintas generasi. (FOTO: Istimewa)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TONDANO, POJOKSULUT.com – Ada yang luar biasa di Tondano.
Sebuah pohon mahoni raksasa berdiri kokoh di depan SMP Negeri 1 Tondano.
Usianya? Sudah lebih dari satu abad. Tepatnya tercatat sejak 1917. Kalau dihitung sampai sekarang, umurnya sudah menyentuh 109 tahun!
Pohon ini bukan pohon sembarangan. Ia sudah terdaftar resmi sebagai cagar budaya di Tanah Minahasa. Menjadi saksi bisu puluhan generasi anak sekolah berlalu-lalang.
Kini, si pohon tua itu bersiap mencatat sejarah baru.
Menjelang Natal nanti, pohon megah tersebut tidak akan ditebang. Tidak pula diganti.
Tapi bakal disulap. Dijadikan pohon Natal raksasa yang ambisinya tidak main-main: memecahkan rekor dunia!
Bagaimana caranya? Di sinilah letak kejeniusan gotong royongnya.
Kepala SMP Negeri 1 Tondano, Melky Palilingan, melempar sebuah gagasan kreatif. Namanya: “Gerakan Satu Meter Lampu Natal, Seribu Alumni Lintas Generasi”.
Konsepnya sederhana tapi mengena. Memakai semangat khas orang Manado:
“Marijo torang gotong royong beking bagus pohon kenangan saat Natal datang.”
Satu alumni cukup menyumbang satu meter lampu Natal.
Bayangkan jika ada seribu alumni yang bergerak bersama. Langsung terkumpul seribu meter lampu. Cukup untuk membalut seluruh dahan raksasa pohon berusia satu abad itu!
Ide brilian ini langsung disambut hangat oleh Komite Sekolah. Di bawah komando Pricilia Mandey sebagai ketua, Jufry Rawung sebagai sekretaris, dan Jeanet Walalangi di posisi bendahara, roda gerak langsung berputar kencang.
Hasilnya? Banjir dukungan dari para alumni lintas angkatan.
Persiapannya disiapkan matang. Tanggal 1 Desember 2026, pohon Natal raksasa ini dijadwalkan langsung launching.
Bahkan, tidak sekadar pasang lampu. Pihak sekolah merancang sebuah spot spesial.
Nantinya, akan dibangun pondok di ketinggian tertentu dengan akses tangga dari bawah pohon.
Pengunjung bisa naik, menikmati suasana, sekaligus menjadikannya spot foto paling ikonik di Tondano.
Mari kita tarik sedikit ke belakang.
SMP Negeri 1 Tondano bukan institusi kemarin sore. Data Kemendikdasmen mencatat sekolah ini berdiri 1 Januari 1910.
Lebih dari itu, bangunan fisiknya adalah bekas MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) era kolonial Belanda yang dibangun tahun 1914 dan direnovasi 1925.
Artinya, siapa pun yang pernah mengenyam pendidikan di sini, mereka sedang berpijak di atas tanah yang menyimpan rekam jejak sejarah lebih dari seratus tahun.
Pohonnya tua. Sekolahnya bersejarah. Kenangannya berlimpah.
Kini, rantai sejarah itu disambung kembali lewat cahaya. Dari pohon tua, lahir cerita baru.
Dan dari Tondano, sebuah ambisi besar untuk menghadirkan pohon Natal raksasa kelas dunia benar-benar mulai dinyalakan. (nes)


Saat ini belum ada komentar