Pemprov Sulut Tekankan Transformasi Spiritual ke Keadilan Sosial pada Peringatan Maulid Nabi 1448 H
- account_circle Anes Walean
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MANADO, POJOKSULUT.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menegaskan komitmennya untuk mentransformasikan nilai-nilai spiritual ke dalam keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang digelar di Masjid Raya Ahmad Yani, Manado, Selasa (25/8/2026), melalui serangkaian aksi nyata kepedulian warga.
Pesan mendalam mengenai integrasi iman dan pelayanan publik ini disampaikan oleh Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus.
Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Semangat Torang Samua Basudara Mewujudkan Sulut yang Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan”, Gubernur memposisikan figur Rasulullah sebagai uswatun hasanah dalam tata kelola kehidupan publik.
“Nabi Muhammad SAW adalah teladan agung dalam membangun kejujuran dan keadilan. Nilai-nilai universal inilah yang harus kita tarik ke dalam ranah pelayanan masyarakat agar pembangunan di Sulawesi Utara benar-benar menyentuh aspek kemanusiaan,” ujar Victor membacakan pesan Gubernur.
Sebagai jangkar sosiopolitik daerah, falsafah “Torang Samua Basudara” kembali ditegaskan sebagai komitmen moral yang menjamin kesetaraan bagi setiap warga negara. Pemerintah daerah memandang kepemimpinan sejati harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat melalui program nyata, di antaranya:
- Bakti Sosial Pemeriksaan Kesehatan Gratis: Memberikan kemudahan akses layanan medis primer bagi jemaah dan masyarakat umum.
- Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis: Program khusus untuk membantu produktivitas masyarakat melalui kesehatan indra penglihatan.
- Gerakan Pangan Murah: Langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan dan meringankan beban ekonomi keluarga.
Dalam perspektif pembangunan, Gubernur menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diiringi dengan keadilan sosial.
Lembaga keagamaan dan rumah ibadah pun dipandang bukan sekadar tempat ritual, melainkan “benteng moral” dan pusat pembentukan karakter bangsa.
Peringatan yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulut Ulyas Taha, Ketua Panitia Pelaksana Lukman Lapadengan, serta pimpinan organisasi keagamaan, pejabat sipil, TNI, Polri, dan Badan Takmir Masjid (BTM).
Kehadiran lintas sektor ini mencerminkan soliditas kepemimpinan di Sulut. Suasana acara semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan Ustadz KH.
Yaser Bin Salim Bachmid, Lc., yang menguraikan napas spiritual Maulid agar selaras dengan upaya menjaga kerukunan di tengah keberagaman Bumi Nyiur Melambai lewat semangat lokal: “Baku Bantu, Baku Jaga, dan Baku Sayang.” (nes)


Saat ini belum ada komentar