Intip Jurus Prabowo Jinakkan Rupiah dan Sektor Keuangan 2027
- account_circle Anes Walean
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: BPMI Setpres)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, POJOKSULUT.COM — Presiden Prabowo Subianto mematok target nilai tukar rupiah pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS dalam Sidang Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Rabu (20/05/2026).
Langkah tersebut menjadi bagian dari dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2027.
Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas moneter di tengah ketidakpastian global.
Oleh sebab itu, inflasi domestik juga ditekan pada rentang 1,5 sampai 3,5 persen.
Selain rupiah, pemerintah mencermati pergerakan surat berharga negara (SBN). Suku bunga SBN tenor 10 tahun diproyeksikan berada pada kisaran 6,5 hingga 7,3 persen.
Dengan demikian, biaya utang negara diharapkan tetap berada dalam batas aman.
”Kebijakan fiskal yang prudent dan berkelanjutan menjadi kunci stabilitas kita,” tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya.
Melalui kombinasi kebijakan moneter dan fiskal ini, pemerintah optimistis struktur keuangan negara tetap kokoh.
Keberhasilan menjaga instrumen ini akan menjadi fondasi utama untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi jangka panjang. (Sumber:BPMI Setpres)
- Penulis: Anes Walean

Saat ini belum ada komentar