Menjemput Asa Air Bersih di Pesisir Minahasa Tenggara
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- visibility 11
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MITRA, POJOKSULUT.COM — Akses terhadap air bersih yang layak dan berkelanjutan masih menjadi tantangan nyata bagi sebagian masyarakat di wilayah perdesaan Sulawesi Utara.
Menjawab kebutuhan mendasar tersebut, personel TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 1302/Minahasa terus memacu pembangunan infrastruktur air bersih di Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).
Memasuki pertengahan Mei, pengerjaan sarana air bersih yang tersebar di tiga desa. Desa Watuliney, Desa Tababo, dan Desa Tababo Selatan, telah memasuki tahap krusial.
”Melalui program TMMD ke-128, pembangunan sarana air bersih di wilayah pedesaan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan,” tulis Penerangan Kodim (Pendim) 1302/Minahasa dalam laporan tertulisnya, Senin (18/5/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, karakteristik pengerjaan di tiap titik disesuaikan dengan target tenggat waktu agar fasilitas dapat segera memancarkan air ke rumah-rumah warga.
Berikut adalah perkembangan intervensi infrastruktur di tiga desa tersebut:
Desa Tababo (Tahap Finishing):
Di desa ini, personel TNI bersama warga terfokus pada tahap penyelesaian akhir (finishing) fasilitas sumur bor dan bak penampungan air utama.
Posisi progres yang mendekati 100 persen ini dikebut agar pasokan air dapat segera dialirkan dalam waktu dekat.
Desa Watuliney (Penguatan Struktur):
Satgas TMMD fokus pada pekerjaan plesteran tambahan di bagian tiang-tiang dudukan tandon air.
Penguatan konstruksi penyangga ini menjadi aspek vital agar infrastruktur mampu menahan beban ribuan liter air dan tahan terhadap risiko guncangan atau cuaca ekstrem.
Desa Tababo Selatan (Penyempurnaan Dudukan):
Pekerjaan serupa juga terlihat di desa tetangga, di mana personel militer melakukan pengacian pada tiang dudukan tandon air guna memastikan kestabilan struktur atas sumur bor sebelum pompa dioperasikan secara penuh.
Secara historis, keterbatasan akses air bersih di wilayah pelosok kerap memaksa warga mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air jeriken atau berjalan jauh ke mata air terdekat.
Kehadiran sumur bor terintegrasi ini diharapkan tidak sekadar menjadi proyek fisik, melainkan stimulus peningkatan derajat kesehatan masyarakat desa.
Program kemanunggalan yang memadukan kedisiplinan militer dan kearifan lokal gotong royong ini, ditargetkan rampung tepat waktu. (*)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar