Jembatan Garuda Sudah 62 Persen, Sungai Ranoyapo Segera Terjembatani
- account_circle Redaksi
- calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
MINSEL, POJOKSULUT.COM –
Progress itu sangat nyata. Di Desa Lompad Lama, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), sebuah jembatan gantung mulai terlihat wujudnya.
Namanya gagah: Jembatan Garuda.
Hingga Selasa hari ini (19/5) pukul 10.13 WITA, fisiknya sudah mencapai 62,15 persen. Sedikit lagi menyentuh angka dua pertiga jalan.
Pembangunannya dikomandoi langsung oleh jajaran Kodim 1302/Minahasa. Ini bagian dari program infrastruktur Kodam XIII/Merdeka.
Targetnya jelas: membuka isolasi, merajut konektivitas, dan memperlancar urusan perut serta aktivitas warga.
Sungai Ranoyapo itu lebar. Jembatan yang sedang dibangun ini panjangnya mencapai 50 meter. Namun, lebarnya memang hanya 1,2 meter. Cukup untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.
Saat ini, para prajurit di lapangan sedang fokus pada tahap krusial.
Mereka melakukan pabrikasi besi tiang angkur. Baik untuk tiang di sisi dekat maupun di seberang sana.
Kerja keras itu terlihat saban hari. Personel di lapangan memeras keringat secara maksimal. Mereka mengejar target waktu yang sudah dipatok.
Untungnya, alam sedang bersahabat. Cuaca di Minahasa Selatan beberapa hari terakhir sangat mendukung. Langit cerah membuat pekerjaan beton dan besi tidak terganggu.
Bagaimana dengan kendala?
Nihil.
Dalam laporan harian yang dikirimkan kepada Pangdam XIII/Merdeka, tim di lapangan melaporkan tidak ada hambatan berarti. Semua berjalan sesuai rencana.
Jika jembatan ini rampung, wajah ekonomi Desa Lompad Lama dan sekitarnya dipastikan berubah.
Akses transportasi yang selama ini sulit akan menjadi sejarah. Mobilitas warga Kecamatan Ranoyapo tidak lagi tersendat oleh aliran sungai.
Ekonomi tumbuh, warga pun tersenyum. (nes)
- Penulis: Redaksi

Saat ini belum ada komentar