Wow! Jadi Tahanan Korupsi, MMS Bisa Melancong ke Jakarta

By 27 Sep 2017, 19:24:39 WIBManado

Wow! Jadi Tahanan Korupsi, MMS Bisa Melancong ke Jakarta

MANADO, PojokSulut - Menjadi terpidana dan ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan), tak menghambat mantan Bupati Bolaang Mongondow dua periode, Marlina Moha Siahaan (MMS) terkekang dan absen dari dari kegiatan partai politik. Ini terbukti dari foto bersama Pimpinan dan kader Golkar Sulawesi Utara yang beredar di media sosial Facebook.

Dari foto yang diposting di akun FB Wakil Walikota Tomohon, Syerly Adelyn Sompotan (SAS), tampak MMS berada dilokasi kegiatan Rapat Koordinasi Terbatas Partai Golkar Propinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang dilangsungkan di The Sultan Hotel Jakarta, Selasa (26/09) kemarin. Di foto, MMS tampak tersenyum lepas dengan kader Golkar lainnya.

Dikonfirmasi ke salah satu kader partai beringin kuning ini, membenarkan MMS hadir pada kegiatan partai di Jakarta. "Benar, Ibu Marlina hadir dan mengikuti rapat,” terangnya sambil mewanti-wanti tidak menyebutkan namanya.

Diketahui, MMS menjadi pesakitan atas kasus Korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintah Daerah (TPAPD) Kabupaten Bolmong tahun 2010 di rutan Malendeng.

Ketua Majelis Hakim Sugianto menjatuhkan vonis hukuman kurungan badan selama 5 tahun dan dikenakan denda Rp 200 juta dengan subsider 2 bulan kurungan dalam sidang pembacaan putusan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tidpikor) Manado, Rabu (19/7/2017) lalu.

Hakim Sugianto juga memvonis MMS membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1,250 milliar. Jika MMS tidak membayar, akan diganti dengan hukuman kurungan badan 2 tahun penjara.

Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sesuai dengan dakwaan Pasal 2 ayat (1), jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa MMS bersalah atas penyalahgunaan dana TPAPD Bolmong sebesar Rp 1,2 miliar lebih dengan menggunakan pasal 2 ayat (1), jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambahkan dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 tahun 1999, jo pasal 55 ayat (1) Ke-1, jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana, dalam dakwaan primair.

Sementara itu, dalam dakwaan subsider, tim JPU berpegang teguh pada pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI No 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No 31 tahun 1999, jo pasal 55 ayat (1) Ke-1, jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

MMS juga dijerat dengan pasal 6 ayat (1) huruf a, huruf c, dan huruf f UU RI No 25 Tahun 2003 tentang Perubahan UU RI No 15 Tahun 2012 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Penulis : Simon Siagian


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Informasi Apa Yang Paling Anda Sukai?
  Pemerintahan dan Politik
  Ekonomi
  Pariwisata dan Budaya
  Kesehatan
  Kuliner
  Shopping

Komentar Terakhir

  • Tante Bugil

    Wah baru tahu saya. lama gak baca-baca ...

    View Article
  • Tante Bugil

    sangat menarik dan menginspirasi ...

    View Article
  • Tante Bugil

    Informasi yang menarik. Tapi saya lebih suka melihat foto tante binal bugil. ...

    View Article
  • Speaker Aktif Polytron Bluetooth

    Speaker Aktif Polytron Bluetooth ...

    View Article