Surat Sakti Camat Langowan Barat Pemicu “Konflik” Mitra vs Minahasa

By 14 Jul 2017, 11:54:44 WIBMitra

Surat Sakti Camat Langowan Barat Pemicu “Konflik” Mitra vs Minahasa

Wartawan pojoksulut.com Ham Thayeb

RATAHAN - Memanasnya situasi dua Pemerintahan Kabupaten Minahasa dan Minahasa Tenggara akhir akhir ini, membuat masyarakat kedua Kabupaten khususnya daerah perbatasan semakin bingung.

Angky Walean salah satu warga Desa Noongan meminta kedua belah pihak untuk duduk bersama dan membecirakannya dengan baik, “karena selaku pemimpin daerah seharusnya jangan memberikan stetmen yang membuat rakyat bingung, jangan sampai pernyataan pernyataan itu justru membuat gesekan dimasyarakat yang nota bene tidak tahu menahu urusan pemerintahan” pinta Angki.

Hal yang sama juga dilontarkan salah satu warga Desa Pangu Dua Joudy, untuk tetap mengedepankan kepentingan bersama daripada mempertahankan ego masing masing pemimpin.

“mari kwa dudu satu meja kong bahas sama-sama kalu memang masing-masing punya dasar hukum terkait dengan wilayah yang disengketakan, yah iko jo jalur hukum no, supaya samua jelas “ harap Juody.

Situasi sempat memanas antara Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) dan Kabupaten Minahasa, disebabkan surat sakti yang dilayangkan oleh camat Langowan Barat Minahasa yang berbatasan lansung dengan wilayah Mitra.

Isi surat tertanggal 10 Juli 2017 yang meminta Pemda Mitra menghentikan pembanguan resting area yang sebenarnya masuk diwilayah Minahasa.

Bupati Mitra James Sumendap (JS) sempat marah besar atas tindakan Pemkab Minahasa yang mengklaim wilayah Gunung Potong yang akan dibangun resting area merupakan wilayah kepolisian Kabupaten Minahasa, bahkan jika terus memperkarakan batas wilayah yang sudah jelas-jelas tertuang dalam Permendagri no 11 tahun 2015.

"kalau memang terbukti fasilitas umum berupa resting area yang akan kami bangun ini benar berada di wilayah Minahasa, saya dengan ikhlas akan menyerahkannya ke Minahasa, karena kami bukan bodoh melaksanakn pembangunan di luar wilayah sesuai permendagri yang ada," kata Sumendap.

Kabag Humas Pemkab Mitra Franky Wowor menyayangkan langkah yang diambil oleh Pemkab Minahasa yang mengajukan larangan lewat Pemerintah Kecamatan Langowan Barat, yang dinilai kesalahan administrasi dan prosedural.

"Kenapa harus camat yang menyurat bukannya Pemkan Minahasa, ini tentu salah procedural dan merupakan pelecehan," ungkap Franky Wowor. (Ham)

 


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Informasi Apa Yang Paling Anda Sukai?
  Pemerintahan dan Politik
  Ekonomi
  Pariwisata dan Budaya
  Kesehatan
  Kuliner
  Shopping

Komentar Terakhir

  • capwhova

    Hello. And Bye. ...

    View Article
  • Pabrik Tas

    A really great post! I want to thank you for the important information you've ...

    View Article
  • HelenBip

    Revolutional update of captchas regignizing package "XEvil 4.0": captcha ...

    View Article
  • Sewa Mobil Surabaya

    Terima Kasih Info Bermanfaatnya Pak.. Salam :) ...

    View Article