Kejati Segera Tetapkan Tersangka Kasus Pemecah Ombak Likupang

By 23 Agu 2017, 14:24:45 WIBMinut

Kejati Segera Tetapkan Tersangka Kasus Pemecah Ombak Likupang

PojokSulut, MINUT - Kasus dugaan korupsi proyek pemecah ombak di Desa Likupang Timur yang diusut oleh Kejati Sulut semakin mendekati babak akhir.

Hal ini mulai terkuak manakala sejumlah wartawan dengan pelapor utama kasus tersebut yakni ketua LSM MJKS Stenly Towoliu, melakukan klarifikasi langsung kepada Kasi Penyidikan (Kasi Dik) Kejati Sulut, Lukman Effendy Di ruang kerjanya, Selasa (22/08).

Effendy yang di lontarkan pertanyaan terkait informasi bakal segera dilakukan penetapan tersangka kasus berbandrol Rp 15 miliar tersebut, membenarkan informasi itu.

"Pekan ini sudah akan ada tersangkanya, dan kami sudah mengantongi beberapa nama sebagai tersangka" ungkap Effendy.

Mendengar pernyataan ini ketua LSM MJKS langsung melontarkan sejumlah pertanyaan, diantaranya dugaan keterlibatan petinggi Minut dalam kasus tersebut. "Apakah Bupati Minut masuk dalam daftar nama bakal calon tersangka?" cecar Towoliu.

"Belum bisa saya jawab, sebab pertanyaan ini sudah masuk pokok perkara" jawab Effendy.

Tak pelak jawaban ini mengundang reaksi lain dari Towoliu. Menurutnya jika ini sudah masih pokok perkara berarti dugaan keterlibatan Bupati semakin jelas. "Kalau pertanyaan ini masuk pokok perkara berarti substansi dari laporan kami sudah mengena," tegasnya.

Kembali jawaban yang sama dikemukakan oleh Effendy. "Karena sudah masuk pokok perkara, semua bakal terungkap di meja hijau" tutur Effendy sambil tersenyum, dan mengatakan bahwa perkara korupsi tidak berdiri sendiri.

"Korupsi itu bukan hanya seorang, korupsi itu selalu bersama-sama, sehingga setiap pelaku korupsi akan mendapat ganjarannya sesuai perannya masing-masing, dalam korupsi itu ada yang namanya turut serta melakukan, memberikan perintah, memperkaya diri sendiri orang lain atau korporasi," terangnya.

Usai bertemu dengan Kasi Dik kepada insan pers Towoliu mengatakan, seyogyanya penyidik Kejati menetapkan tersangka orang yang benar-benar menikmati uang haram dari hasil korupsi itu. "Saya berharap yang dijadikan tersangka adalah orang yang menikmati uang haram tersebut, pun terkait peran serta individu sudah jelas bahwa proposal ke BNPB pusat untuk bantuan dana DSP sepengetahuan petinggi Minut," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui dari hasil pemeriksaan saksi oleh penyidik Pidsus Kejati Sulut, sudah ada pengakuan dari beberapa saksi bahwa ada uang senilai Rp 9 miliar yang mengalir ke kantong oknum Petinggi Minut.

Penulis : Simon Siagian


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Informasi Apa Yang Paling Anda Sukai?
  Pemerintahan dan Politik
  Ekonomi
  Pariwisata dan Budaya
  Kesehatan
  Kuliner
  Shopping

Komentar Terakhir

  • Tax Consultant

    Bagus sih program tax amnesty ini, sekaligus buat "mancing" para pengusaha ...

    View Article
  • capwhova

    Hello. And Bye. ...

    View Article
  • Pabrik Tas

    A really great post! I want to thank you for the important information you've ...

    View Article
  • HelenBip

    Revolutional update of captchas regignizing package "XEvil 4.0": captcha ...

    View Article