Dugaan Korupsi Pemecah Ombak di Minut, Towoliu : Kajati Jangan Pengecut

By 18 Jul 2017, 07:38:51 WIBMinut

Dugaan Korupsi Pemecah Ombak di Minut, Towoliu : Kajati Jangan Pengecut

Pojoksulut, MANADO - Pengusutan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan pemecah ombak di desa Likupang Timur, Minahasa Utara berbandrol Rp 15 miliar, yang dilaporkan LSM MJKS (Masyarakat Jaring Koruptor SULUT) terus diseriusi Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara.

Terbukti dengan ditingkatkannya status kasus dari tahap penyelidikan (lidik) ke tahap penyidikan (sidik). Terendus kabar saat ini korps baju coklat yang di nahkodai Mangihut Sinaga, SH, MH dan A.M Iqbal Arif tengah mencari siapa yang bakal dijadikan tersangka.

Informasi yang di terima Pojoksulut.com, dari hasil pemeriksaan sementara terhadap beberapa saksi, terkuak ada aliran dana miliaran rupiah yang masuk ke kantong pribadi oknum petinggi Pemkab Minut.

"Hasil pemeriksaan terhadap saksi-saksi sudah semakin jelas arah kasus tersebut" kata sumber yang meminta namanya tidak disebut.

Lanjut sumber, sudah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi proyek yang tidak di tender ini.

"Sudah ada beberapa saksi yang menjelaskan ada aliran dana miliaran rupiah mengalir ke kantong pribadi petinggi daerah" beber sumber lagi.

Menurut sumber dalam waktu dekat sudah akan ada nama tersangka.

"Kita tunggu saja tidak lama lagi akan ada tersangkanya" jelas sumber sambil terus mewanti-wanti untuk tidak menyebut namanya.

Sementara itu, menanggapi kabar tersebut ketua LSM MJKS Stenly Towoliu sebagai pelapor resmi, justru merasa pesimis terhadap kinerja Korps Adhiyaksa yang bermarkas di bilangan 17 Agustus ini bakal berbuat adil dalam menetapkan tersangkanya.

Pasalnya, rasa pesimistis di landasi sikap Jaksa Tinggi Mangihut yang di nilai oleh Towoliu tidak serius bahkan di nilai takut mengambil sikap jika ternyata oknum petinggi Pemkab minut yang bakal jadi tersangkanya. Bahkan secara lantang Towoliu menantang pasangan Mangihut-Iqbal untuk tidak tebang pilih dalam menentukan tersangkanya.

"Dari awal yang kami laporkan adalah Bupati Minut, dan dari awal kami sudah mengetahui ada aliran dana Rp 9 miliar yang di bawa 4 personil BNPB Minut ke rumah pribadi Bupati di jalan Kleak" papar Towoliu, seraya menegaskan Kajati dan Wakajati jangan takut dalam menetapkan tersangka.

"Jika sudah ada beberapa saksi yang mengaku ada aliran dana ke petinggi, kasus ini sudah terang benderang. Siapa yang bakal di seret sebagai tersangka, dan kami meminta pasangan pimpinan korps baju coklat jangan takut dalam menetapkan tersangka" tegas nya.

Katanya lagi dalam kasus korupsi ada pasal yang menyebutkan turut serta bersama melakukan tindak pidana korupsi.

"Pasal 55 dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tidak bisa di kesampingkan," kuncinya.

Penulis : Simon Siagian


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment

Online Support (Chat)

Support

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Jejak Pendapat

Informasi Apa Yang Paling Anda Sukai?
  Pemerintahan dan Politik
  Ekonomi
  Pariwisata dan Budaya
  Kesehatan
  Kuliner
  Shopping

Komentar Terakhir

  • Tax Consultant

    Bagus sih program tax amnesty ini, sekaligus buat "mancing" para pengusaha ...

    View Article
  • capwhova

    Hello. And Bye. ...

    View Article
  • Pabrik Tas

    A really great post! I want to thank you for the important information you've ...

    View Article
  • HelenBip

    Revolutional update of captchas regignizing package "XEvil 4.0": captcha ...

    View Article